Sabtu, 30 Mei 2009

Dermaga Marapokot


Dermaga Marapokot terletak di bagian utara 12km dari kota Mbay. Untuk sampai di Marapokot kita hanya memerlukan waktu sekitar 20 menit dengan menggunakan kendaraan umum (bemo). Bentaran persawahan akan menjadi pemandangan selama perjalanan ke Marapokot,jalannya pun sudah beraspal(hotmix). .Selama empat tahun terakhir sejak dermaga Marapokot di renovasi, hanya kapal-kapal kayu kecil yang melabuh. Sebenarnya tahun 2007 lalu sebuah kapal Fery (Roro) dari PT Dharma Lautan pernah menyinggahi marapokot, namun hinga sekarang rute perjalanan kapal fery itupun sudah terputus total. Menurut Yusuf, salah satu penduduk di sekitar dermaga, tahun 2006 lalu pemda Ngada (sebelum permekaran) pernah meresmikan labuhnya kapal fery tersebut,bahkan acaranyapun cukup meriah."Kapal Dharma Lautan itu hanya dua kali singgah di marapokot pak,mungkin karena sedikitnya penumpang kapal itu tidak pernah datang lagi"kata yusuf,salah satu penduduk di sekitar dermaga."Selamat tinggal kapal Darma Lautan,selamat datang KM.Wilis ' ujar Yusuf.

Labuh perdana KM Tilong Kabila


Tanggal 25 mey 2009 bisa di jadikan sebuah hari yang sangat bersejarah. Pasalnya pertama kalinya dalam sejarah Nagekeo, kapal penumpang (Pelni), KM Tilong Kabila melabuhkan sauhnya di pelabuhan Marapokot. Menurut Ketua Tim Survey Dirjen Perhubungan Laut Departemen Perhubungan RI, Dwi Harmadji, kedatangan KM Tilong Kabila adalah jawaban dari pemerintah pusat atas permohonan dari pemerintah Nagekeo. Sebelumnya pemerintah Nagekeo mengusulkan ke Departemen Perhubungan RI dan PT.Pelni untuk menyediakan sebuah kapal penumpang yang menyinggahi pelabuhan Marapokot.
“Dua bulan lalu saya ke Jakarta dan bertemu langsung dengan Dirjen Pelni,dari cerita-cerita kami berdua, PT.Pelni menjanjikan sebuah kapal penumpang yang akan menyinggahi Marapokot”,cerita Bupati Nagekeo, Yohanes Samping Aoh di sela acara labuh perdana KM Tilong Kabila,25/5/09.
Hasil perbincangan dan negosiasi tersebut langsung di tanggapi serius oleh PT Pelni, dan di ikuti dengan survey lokasi dermaga selama dua minggu. Berdasarkan hasil survey oleh tim Perhubungan Laut Departemen Perhubungan RI, deramaga Marapokot sangat layak untuk di sandari kapal-kapal penumpang dari PT Pelni.
“Dernaga Marapokot merupakan dermaga yang cukup luas di bandingkan dengan dermaga-dermaga lain di Flores, tinggal jalan masuknya saja yang perlu di benahi “, demikian pernyataan Ketua Tim Survey Dirjen Perhubungan Laut RI, Dwi Harmadji. Menurutnya, dengan panjang dermaga 100 meter PT Pelni akan meyediakan KM Wilis yang akan menyinggahi Marapokot. “Panjang KM Wilis yang lebih dari 70 meter sangat ideal untuk dermaga Marapokot”, ujar Dwi Harnadji.Rute KM.Wilis yaitu Marapokot-Makasar-Surabaya,dan Marapokot,Labuan Bajo-Bima-Benoa, dengan rute pelayaran emapt kali dalam dua minggu menyinggahi marapokot.
“ Nagekeo tidak akan terisolasi lagi, kita tidak perlu ke Ende atau Maumere lagi, masyarakat Nagekeo sangat berterimakasih atas perhatian pemerintah Pusat ini”, kata Bupati Yohanes Samping Aoh dalam dalam menyambut rombongan KM Tilong Kabila.